Sebuah Pertaruhan antara Hati Nurani dengan Karier Politik
Oleh : Dimas Triambodo
Dunia politik memang tidak akan pernah lepas dari sisi gelapnya. Kotor, penuh intrik, dan juga kelicikan orang-orang yang bermain di dalamnya. Mungkin gambaran itulah yang ingin diungkapkan George Clooney lewat filmnya Ides Of March.
Kisah bermula dari Stephen Mayer (Ryan Gosling), seorang tim sukses calon presiden Amerika dari Partai Demokrat Mike Morris (George Clloeney). Stephen Mayer adalah seorang yang cerdas dalam menyusun strategi politik, karena kecerdasannya itulah ia direkrut menjadi tim sukses Mike Morris. Pada suatu ketika Tom Duffy (Paul Giammati) seorang manajer kampanye Pullman calon Presiden dari Partai republik menghubungi stephen dan mengajaknya bertemu. Lewat pertemuan itulah Tom Duffy membeberikan keinginannya agar Sthepen berhenti menjadi tim sukses Morris dan bergabung dengan kubunya. Karena Tom berkeyakinan akan mudah mengalahkan Morris jika Stephen bergabung dengannya. Namun Stephen menolak ajakan tersebut. Tom pun tak tinggal diam, ia punya rencana lain.
Kisah asmara pun juga turut mewarnai film ini. Di waktu yang sama Stephen sedang menjalin hubungan Molly, wanita berumur 20 tahun yang sedang magang di kantor tim sukses Mike Morris. Tapi saat hubungan mereka tengah berlangsung, Stephen mendapati kenyataan yang membuatnya merasa dikhianati. Ternyata Molly (Eva Rachel Wood) dan Mike Morris pernah terlibat dalam suatu hubungan gelap yang mengakibatkan wanita 20 tahun itu hamil dan harus mengaborsi kandungannya. Tidah hanya itu Polemik-pun muncul dalam diri Stephen saat ia mengetahui bahwa ia telah diberhentikan dari tim sukses Morris. Dilema datang, kini Stephen dihadapkan pada dua pilihan, yakni menjauh dari dunia politik atau tetap bertahan di dunia politik dengan rahasia besar yang ia ketahuinya.
Ryan Gosling tampil cukup menawan. Karakter yang diperankannya sangat cocok dengan gayanya yang selau dingin dan terkesan hati-hati dalam mengambil keputusan. Begitu juga George Clooney juga tak kalah apik dalam perannya. Maka tak heran Ides of March masuk dalam beberapa nominasi Golden Globe Awards ke-69, yaitu diantara masuk nominasi Best Motion Picture, dan juga beberapa pemerannya (George Clooney, Grant helsov, Beaur Willimon) masuk ke dalam nominasi Best Adapted Screenplay.
Melihat Ides of March, bukan tanpa memeras otak. Dari awal sampai akhir film ini seakan mengajak yang menontonnya untuk terus berfikir. Ceritanya yang sedikit rumit dicerna dan tidak adanya narasi, mungkin akan sedikit membuat bosan saat melihat film ini. Tapi bagi yang pencinta film drama, bisa jadi Ides of March adalah suguhan yang berbeda dan fresh, karena jika biasanya drama hanya bercerita tentang percintaan, kontras dengan film ini yang membalut drama dengan dunia politik.*
*Tulisan ini juga dimuat di website LPM Keadilan www.lpmkeadilan.com / 6 Okt 2012 08.55
Tidak ada komentar:
Posting Komentar